Kamar
September 3, 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
Saat Kita Telanjang
kamar adalah tempat saat kita dapat sangat dekat
telanjang tanpa kebohongan. yang biasa melekat
menutup tubuh lugu. memaksa kita jadi orang lain
karena setiap pakaian. tak pernah bermakna kejujuran
maka, di sinilah kau dan aku. bisa membuka segala
yang tersembunyi dalam diri. kemudian sama-sama
memahami bentuk-bentuk. kehidupan yang lucu
kadang menggemaskan. atau, tiba-tiba begitu haru
walau perlahan-lahan. tapi kita sanggup menyatu
melepas keringat. membasahi tubuh masing-masing
tanpa sehelai tabir yang menipu serupa perasaan ragu
2010
Pada Bau Tubuhmu
aku selalu gandrung. pada bau tubuh
dari setiap peluhmu. yang merayap
lalu memenuhi kamarku. serupa udara
terus kuhirup. sebagai gairah hidup
lebih merangsang. daripada sekadar
ciuman. atau juga sentuhan-sentuhan
pada kulit halus. setia membungkus
dan utuh menjaga. jiwamu selalu
perawan bagai perempuan suci mariam
2010
Di Negeri Ini, Aku Tak Sendirian
di negeri ini. lalu, mesti jauh dari dirimu, kekasihku
aku merasakan hidup begitu sunyi. di televisi
tak ada berita yang dapat kupercaya. sedangkan
semua acara seragam. sungguh membosankan
tak ada yang menghibur. sementara, mungkin aku
tak sendirian. menyadari kekonyolan semacam ini
jika saja kau tahu. bahwa aku sangat menderita
aku berharap kita. dapat segera berjumpa kembali
kemudian bercinta sampai letih. sepanjang hari
hingga kau menjerit. dan aku dapat terbangun lagi
dari buaian peradaban yang membuatku sekarat ini
2010
Dalam Perutku
maja, seandainya kau tahu. bahwa dalam perutku
tank-tank siap menembak. tentara membidikan bedil
juga rudal-rudal. dikendalikan jauh dari tubuhku
siap menghancurkan apa saja. misalkan peperangan
yang tak pernah kita mengerti. benar-benar terjadi
kelak tubuhku tak kau kenal lagi. sebab pasti lebur
bersama segala amuk. namun, aku belum sanggup
meredam sengketa. meski, berpusat di perut sendiri
hingga suatu saat. jika tetap tak dapat kau temukan
sekadar bangkai diriku. diam-diam bacalah sajak ini
bagi orang-orang yang telah letih melawan hidupnya
2010
Jamuan Sederhana
aku ingin waktu berujung. kekal di bibirmu
supaya gerimis. terus membungkus malam
dan kesunyian lebih terasa. manis setiap kali
kukenang ciuman panjang ini. seperti hujan
yang basah melumat tanah. mendekap tubuh
hingga bibir kita makin lengket. seperti susu
coklat kau sajikan. dalam jamuan sederhana
di dalam kamar. tempat kita dapat sembunyi
dari segala kabar burung tentang negeri kita
2010
Lagu Pemuja Malam
daun-daun cemara. tertiup samar-samar
embun menimpa tanah. lalu bergema
sampai ke pusat dada. sepi seperti kutukan
tujuh turunan. menjelang tengah malam
bau sisa hujan. masih saja tercium basah
merayapi petang. bagai ribuan kelelewar
memenuhi awang-awang. siapa berkeliaran
dalam waktu gelap. serupa pengembara
atau para penyair. terus mencari-cari bunyi
pada setiap kata-kata. di tempat sunyi
dan menduga-duga suara di ruang senyap
2010
Di Pelabuhan Cirebon
di sebuah bandar tua. perahu-perahu kayu bersandar
setelah gelombang pasang. seperti pengembara lelah
di sini sejarah niaga bermula. gudang-gudang peluru
dibangun. aku kembali mampu mencium anyir darah
tertiup angin laut yang asin. hingga luka-luka badan
seperti terus disayat. hingga riwayat yang kuhayati
terasa lebih perih. bahkan setiap senandung nelayan
adalah rintihan merambat sampai ke jantung malam
2010