Cerah (Bandung Inikami Orcheska)
Desember 29, 2011 2 Komentar
Pencerahan ala Bandung Inikami Orcheska
Oleh Yopi Setia Umbara
Bandung Inikami Orcheska (BIO) sebuah band yang mengusung third wave ska juga kental dengan irama jazz semacam The Mighty-Mighty Bosstones, Reel Big Fish, Save Ferris, dan Sublime, pada pertengahan Desember (18/12/2011) merilis Extended Play (EP) pertama mereka yang diberi tajuk Get Ska (Produksi Whitecat Liar Record).
Dalam EP Get Ska, BIO menyajikan lima buah lagu yang tak hanya menunjukan kemampuan dari segi musikalitas belaka. Tapi, lebih dari itu mereka juga tampak berupaya untuk menyajikan lirik yang bermakna bagi para penikmat musik, khususnya yang menggandrungi ska. “Cerah” yang menjadi single pertama mereka, merupakan salahsatu lagu yang menunjukan keseriusan mereka dalam menggarap lirik.
Cerah
Bandung Inikami Orcheska
Senyap menyergap cahaya murung mendung
Nyalakan lentara tenang dan terang
Simpan kidung rindu di dalam hati
Sedih sudah tak terasa
Terbayang simpul senyum merayu
Larut dalam cerita masa lalu
Mengepul asap perlahan-lahan hilang
Terlintas bayang indah rupanya
Pergi melayang ke angkasa
Mencapai langit luas tak terbatas
Rupa-rupa warna
Membaur menjadi pelangi
Melingkari mendung berubah
Cerah… cerah…
Bulir-bulir embun
Terbang menuju cakrawala
Menambal luka menggapai asa
Cerah… cerah…
Seperti puisi, lirik “Cerah” BIO cukup kuat menjaga irama dan bunyi, seperti dapat disimak pada senyap menyergap, murung mendung, terang dan tenang, senyum merayu, atau luas tak terbatas. Irama dan bunyi pada lirik tersebut menjadi sebuah kekuatan tersendiri dalam lagu ini, dan menjadi sangat nikmat disimak dengan iringan musik ska yang mereka mainkan.
Selain kekuatan pada kata-kata yang dirangkai sedemikian rupa, di balik lagu “Cerah” BIO seperti menyisipkan harapan bagi para pendengarnya. Manakala senyap menyergap cahaya murung mendung, maka nyalakan lentara tenang dan terang. Mereka seolah-olah ingin mengatakan bahwa, di balik setiap masalah kita mampu mencari jalan keluar dengan mencari lentara tenang dan terang.
Dalam EP Get Ska ini pula BIO menyanyikan sebuah puisi berjudul “Kupu-kupu Kaca” karya penyair Alm. Kriapur (1959-1987). Mereka merekam lagu ini secara istimewa. Dalam bentuk live acoustic dengan iringan gitar dan trompet, sehingga puisi yang dinyanyikan terasa lebih waas. Hal ini menunjukan bahwa, bisa jadi, mereka cukup terpegaruh oleh karya sastra (baca referensi) ketika menciptakan lirik “Cerah”.
KUPU-KUPU KACA
(Puisi karya alm. Kriapur)
Bandung Inikami Orcheska
Sehabis meninggalkan jejak kemarau lama
lalu kupu-kupu menjadi kaca
Aku makin mengerti keluh bumi ini
Malam menjadi jalan dan mencari pemilik diri
Juga terasa jiwa, memuat pedih lalu lenyap
Udara telah menutup semua peristiwa
dan suara ombak melimbur
Menggelepar di pinggir pagar yang meraj terbakar
Setiap menyusup dalam bumi kelam
Tangan-tangan mayat menjulur ke bulan
Kota yang bangkit karena hujan
Mengubur luas jaman
Ketelatenan BIO dalam menulis lirik “Cerah” saya kira bisa jadi sebuah pencerahan bagi para penikmat musik, di Bandung khususnya. Sebab, para penikmat musik hari ini terlalu didikte oleh produser-produser musik major dan televisi yang berorientasi pasar. Sebagai band arus bawah, tentunya mereka memiliki massa yang bisa menjadi pemercik pencerahan itu.

Bandung Inikami OrcheSka (BIO) selalu menampilkan musik yang energik dan inspiratif. semoga sukses dan dapat menjadi referensi bahkan pilihan bagi pecinta musik Indonesia maupun dunia..
wih keduluan senior uy