Panggilan Terakhir

Cerita

Panggilan Terakhir

"Panggilan Terakhir" pencil on paper karya Rizqi Nur Amalliah

"Panggilan Terakhir" pencil on paper karya Rizqi Nur Amalliah

Nama saya tidak terlalu penting. Sebab saya tidak akan menceritakan diri saya di sini.

Begitu juga dengan tempat kejadian. Lantaran bisa terjadi di mana saja.

Pada suatu malam, lewat tengah malam tepatnya, tiba-tiba telepon genggam saya berdering.

Di layar telepon genggam hanya muncul nomor telepon, tanpa nama. Saya ragu-ragu untuk menjawabnya.

Ketika menimbang-nimbang untuk menjawab, panggilan itu berakhir tanpa sempat saya jawab terlebih dahulu.

Saya pun membiarkan telepon genggam tergeletak begitu saja di meja, di samping monitor komputer.

Namun tak lama, telepon genggam kembali berdering. Saya perhatikan nomor yang memanggil adalah nomor yang tak terjawab tadi.

Tanpa berpikir lama, saya pun mengangkat panggilan itu. Baru saya ucapkan “halo”, tiba-tiba panggilan diputuskan si pemanggil.

Saya mengira itu hanya kelakuan kawan-kawan saya yang iseng. Hingga panggilan aneh itu berulang berkali-kali.

Saya akhirnya tak mengganggap ulah sebagai iseng. Tapi, kini mengganggapnya sebagai gangguan.

Sampai saya terpancing untuk menelepon balik. Namun, tak dijawab oleh si pemanggil aneh itu.

Akhirnya saya mengirimkan pesan. Mulai dari bertanya siapa, hingga saya marah-marah karena merasa terganggu.

Dia, si pemanggil aneh itu, juga tak menjawab satu pun pesan yang saya kirim dengan bahasa santun hingga yang paling buruk.

Setelah pesan terakhir yang saya kirim, yang paling mengutuk, telepon saya tak menunjukan adanya pesan atau panggilan.

Saya cukup senang. Walau tetap agak kesal dan penasaran dengan orang yang menggunakan nomor itu.

Kurang lebih dua jam kemudian, nomor itu muncul kembali di layar telepon genggam saya. Saya membiarkannya.

Berulang-ulang dia memanggil dan saya biarkan. Akan tetapi dia pantang menyerah rupanya.

Dia terus memanggil. Saya pun mengalah dan menjawab panggilan itu dengan segala kesabaran.

“Halo” sapa saya. Tak ada jawaban selain hening dan dengung rendah sinyal telepon.

“Selamat malam” lanjut saya. Tetap ada jawaban selain hening dan dengung rendah sinyal telepon.

Saya tetap mencoba bersabar. Tapi, saya tidak mengucapkan apa pun, hanya menanti apa yang akan dikatakannya.

Saya pun dibuat terkejut bukan main dengan ucapannya. Walau terkejut, pada saat itu saya tak mengganggapnya serius.

Katanya, “aku akan bunuh diri”. Dari suaranya saya dapat menduga bahwa si pemanggil aneh itu adalah seorang perempuan.

Tentu saya tak peduli dengan ucapannya kala itu. Reaksi saya ketika itu hanya tertawa, menertawakannya.

Setelah mengucapkan “aku akan bunuh diri” perempuan pemanggil aneh itu mengakhiri panggilan.

Panggilan itu benar-benar menjadi panggilan terakhir yang dia lakukan.

Dia tak mengganggu saya lagi. Bahkan hingga pagi. Ulahnya dan tulisan yang belum selesai membuat saya tidak bisa tidur.

Lantaran panggilan-panggilannya membuat aktivitas menulis saya tertunda hingga menjelang pagi.

Dan saat pagi tiba, pagi itu menjadi pagi terburuk dalam hidup saya. Saya menjadi orang paling menyesal pagi itu.

Ketika saya membuka situs berita digital di internet. Sebuah update berita membuat saya sangat terpukul.

“Diduga Stress, Perempuan Loncat dari Lantai 15 hotel Bintang Lima” begitulah judul berita tersebut.

Perempuan itu tewas seketika di tempat kejadian, kepalanya membentur aspal hingga pecah berdarah.

Di kamar hotel tempatnya menginap, ditemukan sebotol minuman keras dan sobekan sebuah puisi saya yang dimuat di sebuah surat kabar.

Perihal yopisetiaumbara
penyair dan pecinta vespa

Sebuah Tanggapan untuk Panggilan Terakhir

  1. Willy mengatakan:

    Dahsyat !!!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.