Jejak Sepi

Cerita
Jejak Sepi

 
Sepertinya aku mesti segera menikah. Lebih tepatnya memilih seorang perempuan sebagai istri.

Kenapa aku mengungkapkan hal tersebut? Padahal tak pernah sedikit pun terpikirkan sebelumnya tentang pernikahan.

Pikiran itu tiba-tiba muncul, ketika aku menghadapi laptop di atas meja yang berdebu.

 

"Jejak Sepi" pencil on paper karya Rizqi Nur Amalliah

"Jejak Sepi" pencil on paper karya Rizqi Nur Amalliah

 

Bukan hanya meja sebenarnya. Tetapi debu melapisi lantai, lemari, rak beserta buku-bukunya, juga semua bingkai foto. Baca tulisan ini lebih lanjut

Pengorbanan Kecil

Cerita
Pengorbanan Kecil

 

Sementara ini saya tidak punya aktivitas. Selain menulis cerita-cerita pendek yang saya tulis di blog, juga saya bagikan di twitter.

Dengan kata lain, saya adalah seorang pengangguran dalam sudut pandang orang-orang kebanyakan.

Hanya menulis cerita, tanpa mendapatkan penghasilan berupa materi. Kegiatan yang bagi kebanyakan orang tak masuk akal.

"Pengorbanan Kecil" pencil on paper karya Rizqi Nur Amalliah

"Pengorbanan Kecil" pencil on paper karya Rizqi Nur Amalliah

Saya bukan tak peduli dengan kenyataan serupa ini. Saya juga tak terlena dengan kelebihan imajinasi yang saya miliki.

Tentu saja, saya juga tak ingin membuat pandangan orang kebanyakan kepada sebagian kecil orang-orang seperti saya jadi lebih buruk. Baca tulisan ini lebih lanjut

Alasan untuk Sebuah Ciuman

Cerita

Alasan untuk Sebuah Ciuman

 

Perlukah alasan untuk sebuah ciuman? Bukankah sesuatu yang tiba-tiba, bisa terjadi tanpa alasan?

Ciuman itu pun telah terjadi lama sekali. Ciuman bibirku dan bibirnya.

"Butuhkah Sebuah Alasan?" pencil on paper karya Rizqi Nur Amalliah

Ciuman yang tiba-tiba terjadi ketika percakapan kami di sebuah ruang yang sepi mendadak buntu. Baca tulisan ini lebih lanjut

Panggilan Terakhir

Cerita

Panggilan Terakhir

"Panggilan Terakhir" pencil on paper karya Rizqi Nur Amalliah

"Panggilan Terakhir" pencil on paper karya Rizqi Nur Amalliah

Nama saya tidak terlalu penting. Sebab saya tidak akan menceritakan diri saya di sini.

Begitu juga dengan tempat kejadian. Lantaran bisa terjadi di mana saja.

Pada suatu malam, lewat tengah malam tepatnya, tiba-tiba telepon genggam saya berdering.

Di layar telepon genggam hanya muncul nomor telepon, tanpa nama. Saya ragu-ragu untuk menjawabnya.

Ketika menimbang-nimbang untuk menjawab, panggilan itu berakhir tanpa sempat saya jawab terlebih dahulu. Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.